[FanFiction] Oridzuru’s Story

Krek.

Terdengar seseorang membuka pintu. Ia memasuki sebuah ruangan yang gelap gulita. Ia maju satu-dua langkah dari pintu dan menyalakan lampu yang bermalas-malasan menerangi ruangan kotor itu. Setibanya didepan sofa ia merebahkan tubuhnya, melemaskan tubuhnya lalu beranjak menutup matanya..

“Onii-san!! Bangun!!” teriak seorang anak perempuan berkuncir dua dengan rambutnya yang berwarna biru langit.
“Ha- Haruka?! Uh..”
“aku bawa sesuatu untuk Oniisan!”

Anak perempuan bernama Haruka itu memperlihatkan kantung pelastik berisi origami burung bangau.

“aku memembuat 1000 oridzuru untuk Nii-san!” Haruka tersenyum manis sambil menjulukan tangannya.
“kenapa untuk ku? Aku sedang tidak sakit Haruka…”
“benarkah? Tapi dari kemarin mata Nii-san terlihat lelah dan kosong, seperti sedang sakit.. Ah, sekarang juga!”

Dia menatap Haruka. Si kecil Haruka yang masih polos itu dapat membaca pikirannya. Ya, Laki-laki bernama Masaki Gamou ini sedang sakit, sakit hati karena ditinggal oleh seorang kekasihnya yang lebih memilih laki-laki lain daripada dirinya.

“Nii-san baik-baik saja?”
“ya, aku baik-baik saja. Tinggalkan saja oridzurunya dimeja itu nanti akan ku bereskan..”
“meja yang kotor itu? Aku tidak mau! Katanya kalau oridzuru ditempatkan di tempat yang kotor khasiatnya tidak akan manjur! Aku sudah susah payah Nii-san…”

Ia berpikir keras, sebenarnya tak ada tempat yang bersih dikamarnya.

“Um.. baiklah, berikan pada ku biar ku simpan didalam lemari.”
“ini! Semoga Nii-san bisa lebih baik dan kita bisa bermain lagi hihihi…”

Haruka kembali kekamarnya.

***

Kriiiiiiing.. Kriiiiing.. Kriiiii- Trek.

“berisik!” gumamnya.

Ia melihat jam kesayangan yang tidak ia sayangi itu. Ia melihat jarum panjang berada di angka 8.

“sial aku terlambat!!”

Masaki bergegas merapikan tubuhnya. Ia berlari kearah pintu dan saat dibuka..

Krek.

“….”
“Masaki.. kau terlambat..”
“kau..? Apa yang kau lakukan disini?”
“aku.. aku hanya ingin berangkat ke kampus bersama mu..”
“ha-ha. Dimana kekasih baru mu itu? Dia pergi meninggalkan mu karena sudah menemukan perempuan lain?”
“ya.”
“… benarkah? Ma- maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu..”
“tak apa. Maukah kamu berangkat bersama ku?”
“ya.”

Akhirnya mereka berangkat bersama. Tak ada rasa canggung yang menemani mereka hanya ada rasa kebahagiaan yang sudah lama menghilang. Mereka kembali bersama tapi hanya sekedar teman walaupun sebenarnya perasaan “itu” tetap ada. Masaki dan Ino semakin dekat, itu terbukti karena Masaki sering mengajak Ino diskusi dan makan bersama di rumahnya atau ditempat lain. Tapi sebenarnya..

***

Masaki mengajak Ino untuk makan siang dirumahnya yang kotor itu. Saat didepan kamarnya, Haruka muncul dan langsung memeluk Nii-san kesayangannya. Matanya yang berbinar-binar dan penuh semangat itu menatap Nii-san nya.

“hari ini aku berhasil menghindar dari jahilan teman-teman ku yang nakal itu Nii-san!”
“hebat.. Nii-san tau Haruka pasti bisa^^”
“Misaki, siapa anak manis ini?”
“ah ini anak dari kamar sebelah, dia adik kecil ku, Haruka..”
“siang Haruka.. Kamu mau ikut makan siang bersama kami?” Ino mencoba meraih tangannya tetapi Haruka malah berlindung dibalik Masaki.
“kakak siapa?”
“dia teman ku namanya Ino, dia orang baik kok.”
“benarkah orang baik?”
“iya.. Ayo raih tangannya, jangan malu-malu..”

Haruka tetap berlindung dibalik Masaki. Ia merasakan sesuatu dari Ino tapi ia sendiri tidak tau apa sesuatu itu.

“dia pemalu..”
“aku mengerti, kalau begitu akan ku siapkan makan siangnya.”
“terima kasih Ino..”

Masaki menatap Haruka yang ketakutan. Ia heran kenapa Haruka bersikap aneh terhadap Ino. Saat ditanya Haruka hanya menggelengkan kepalanya dan ia lari kedalam kamarnya Masaki. Masaki mencoba mengejarnya dan ia berhasil mengikutinya sampai ke dapur. “dapur?”

“apa yang kakak lakukan pada Nii-san?!”
“Ha- Haruka bicara apa?”
“kakak sudah membuat Nii-san melupakan Haruka! Karena kakak Haruka jadi tidak punya teman! Nii-san sibuk melayani kakak yang selalu datang kekamar Nii-san dan merepotkannya! Aku kesal dengan kakak! Kakak pergi saja sekarang!!” teriak Haruka memilukan.

Masaki mendekati Haruka dan menenangkannya.

“Haruka.. Ada apa dengan mu? Kenapa kamu berubah menjadi nakal seperti ini?”
“Haruka nakal? Kakak ini yang membuat ku nakal! Aku ingin dia pergi!! Pergi kamu!!!” Haruka mendorong kaki Ino dengan keras hingga membuat Ino terjatuh tepat disaat ia jatuh sebuah pisau terjatuh karena lepas dari genggamannya.

“Kyaaa!!”

Hampir saja pisau tersebut melukai tangan Ino. Masaki segera memastikan kalau Ino baik-baik saja. Ia sangat bersyukur Ino tidak apa-apa tapi dia sangat marah karena Haruka sudah hampir melukai  manatan kekasihnya.

“Haruka, kamu hampir membuatnya terluka!”
“biarkan saja! Habis aku kesal!! Kakak ini merebut Nii-san dari ku!! Orang yang sangat ku sayangi direbut oleh Kakak menyebalkan ini!!”
“Haruka!! Jangan berkata seperti itu lagi! Kalau kamu mengganggu, lebih baik kamu pergi kekamar mu sekarang!!” omel Masaki.

Haruka yang terkejut melihat Nii-san nya yang lembut berubah menjadi seekor macan ini langsung berlari keluar tetapi ia tidak kembali ke kamarnya, ia berlari ketempat lain. Karena khawatir Masaki mengejarnya.

“Haruka!! Haruka kembali! Berbahaya berlari ditempat seperti ini!! Haruka!! Harukaaa!!!”

Haruka tidak menghiraukan Masaki. Ia berhenti ditempat penyebrangan tapi karena Masaki semakin dekat dan lampu lalu lintas tidak segera menyilaukan lampu merah untuk kendaraan, Haruka berlari menyebrangi lautan kendaraan tersebut.

Tin tin..!!

“KYAAAAAAAAA”

Bruk! Ckiiiit..

“Harukaaaaa!!”

***

3 bulan berlalu sejak kecelakaan tersebut.

“Nii-san lihat! Aku sudah bisa membuat oridzuru sekarang! Hihihi..”
“Oridzuru yang sangat indah.. Nii-san juga sedang membuat oridzuru untuk mu Haruka..”
“benarkah?”
“yaa^^”
“senangnyaaa..” Haruka langsung memeluk Nii-san nya.
“andai aku bisa melihat oridzuru pertama buatan Nii-san..”
“Haruka…”

 Ya, kecelakaan itu membuat Haruka kehilangan matanya. Ia tak bisa melihat apapun lagi.. Semenjak kecelakaan tersebut Misaki tak berhenti menangis jika memikirkan Haruka. Sejujurnya ia sangat merindukan kilauan yang terpancarkan dari mata semangatnya Haruka tapi ia tak bisa melakukan apa-apa untuk Haruka..

***

“Nii-san jangan pergi..”
“Haruka sayang Nii-san..”
“Ayah sudah tak peduli pada ku, ibu sibuk, teman-teman ku nakal tak ada yang mau berteman dengan ku.. Kalau Nii-san pergi aku akan sendirian..”
“Nii-san jaga aku..”
“Nii-san janji pada ku?”
“…”
“Nii-san janji, Haruka..”

***

“Nii-san..”
“ya?”
“Oridzuru buatan Nii-san rapih..”
“hehe kan Haruka yang ajarin^^”
“hihihihihi^^”

The end-

Nyehaha akhirnya selesai juga ==’ Kepanjangan ya? Jelek ya? Ohoho maaf masih pemula~
O yomi ni omedeto(?) 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s